Kumpulan Puisi Cinta karya Dinda Amalia
SEPUCUK SURAT
oleh : Dinda Amalia
Tinta hitam ini memberontak sendiri
Merangkai kata dari hati nurani
Aku terbayang-bayang parasmu yang menawan
Sehingga aku hanyut dalam khayalan
Bait demi bait puisi telah kutuliskan
Agar kau dapat mengerti arti kerinduan
Sepucuk surat ini tertuju padamu
Sang pemikat hatiku
NOSTALGIA
oleh : Dinda Amalia
Aku kembali melintasi lorong waktu
Terperangkap dalam ingatan lamaku
Dan menyusuri memori tentang dirimu
Bayangmu melesat dalam kedipan mataku
Membuatku masuk lebih jauh ke masa lalu
Kita pernah menanti senja di penghujung hari
Menemani rembulan di kala purnama
Dan menanti pelangi setelah hujan reda
Aku terus berlalu lalang dalam pikiranku sendiri
Dalam ruang nostalgia yang telah terpatri
PERINDU SENJA
oleh : Dinda Amalia
Terkadang kopi tak selalu manis
Begitu juga dengan sikapmu
Terkadang langit tak selalu cerah
Begitu juga dengan perasaanmu
Terkadang mawar juga tak merekah
Begitu juga dengan senyumanmu
Tetapi aku sadar, merindukanmu adalah jawaban
Dan senja yang jingga adalah kesempurnaan
SURATAN TAKDIR
oleh : Dinda Amalia
Bahkan setiap kali mataku terpejam
Bayanganmu selalu menghantuiku
Lagi dan lagi, aku tak bisa melupakanmu
Dulu kita punya harapan yang sama
Untuk merajut sebuah kisah bahagia
Tetapi kita tak bisa melawan suratan takdir
Semesta tak mengizinkan kita untuk bersama
Hakekatnya cinta sejati adalah pengorbanan
Tentang rasa ikhlas untuk melepaskan
Seseorang yang selama ini kita perjuangkan
DILEMA
oleh : Dinda Amalia
Jingga sore ini menemani lamunanku
Aku yang masih bernala nala
Apakah ini nyata atau hanya delusiku semata
Apa ini kongret atau malah separasi durjana
Aku hendak meminang impianku
Tapi aku enggan terasing dari kekasihu
TIGA KATA
Rintik pagi ini jatuh cukup deras
Aku terbangun, namun tak segera beranjak
Embun masih ingin berlama-lama memeluk dedaunan
Mentari juga masih malu-malu untuk kentara
Satu dua kali aku kembali memejamkan mata
Tiba-tiba saja bayangmu ikut menyapa
Aku hanya bisa membingkai senyuman kecil
Karena ucapanmu kemarin
Dari bibir yang merah merekah
Tiga kata yang membuatku terhenti dalam waktu
Aku cinta kamu
CINTA SEJATI
Kau adalah mentari yang menyinari hariku
Pelangi yang mewarnai hidupku
Kau adalah akar yang membantuku berdiri tegak
Karang yang selalu melindungiku dari ombak
Kau adalah payung yang sangat meneduhkan
Dan kau adalah rumah yang selalu kurindukan
TAK SELARAS
Tuhan, aku tak bisa menebakmu
Jangankan hari esok
Setdetik setelah inipun aku tak mampu
Begitu juga aku memahamimu
Aku tak bisa menebakmu
Apa kau juga mengaggumiku
Karena aku sangat tergila-gila padamu
Matamu bersinar begitu terang
Hati dan parasmu juga rupawam
Diamlah, bukan itu yang membuatku jatuh hati
Tapi sikap dan pemikiranmu
Yang sederhana dan sangat dewasa
Apa kau tahu?
Disini aku selalu memikirkanmu
Mencipta bayangmu dalam lamunku
Tapi sebenarnya ini terlalu menyiksa
Karena rasaku nyata
Namun hadirmu semu
TERARERA
Sepasang dara di pohon cemara
Beretrorika tanpa suara
Merajut janji dalam mimpi
Untuk bersua di ruang imaji
Nyanyianku tak seindah paras wajahmu
Alunan musikku juga tak semerdu suaramu
Tapi kerinduanku selalu pekat dimatamu
Tawamu begitu memikat
Menyelinap tanpa bermufakat
Senandung nada terus saja bersuara
Merasuk kedalam jiwa
Terarerarera, Terarerarera
MAWAR LEMBAYUNG
Mungkin kau sedang mendalami peran barumu
Hingga berhasil menjatuhkan perasaanku
Tapi ternyata yang kau tuju bukan aku
Kau berhasil membuatku terbakar api cemburu
Meski rasaku telah membabi buta
Aku tak cukup berhak untuk memaksa
Aku mencoba menikam rasa, menghapusnya secara paksa
Aku merasa ironis dengan diriku sendiri
Aku hanya mawar lembayung tak berarti
Jatuh cinta sendiri, patah hati sendiri
Komentar
Posting Komentar